Aku Sayang Kakak

by, junita sari

Kak Farah : “apa sih ? gak penting banget deh”

Gita: “Eh kak Farah, kalo nggak tau jangan asal ceplos deh”

Kak Farah: “Terus kenapa emangnya?”

Gita: “Uh, enggak kenapa-kenapa !”

Kak Farah: “Emang penting gitu?”

Gita: “Udah ah kak, Gita gak mau ribut”

      Itulah, sepenggalan pertengkaran antara Gita dan kakak. Gita bingung, setiap apa aja masalah dan sekecil apapun itu yang Gita lakukan, Kakak pasti marah. Apakah Kakak tidak senang akan kehadiranku ? tapi, Kenapa ?. Terkadang Gita cemburu dengan teman-teman Gita yang sangat dekat dengan kakak-kakaknya. Gita ingin seperti teman-teman yang lain. Bahkan, Gita pun tidak tahu jelas mengenai Kakak, yang Gita tahu hanyalah Kak Farah adalah Kakak Gita. Mama dan Papa sibuk akan pekerjaannya, maka dari itu, mereka tidak terlalu perhatian antara hubungan Gita dan Kak Farah. Apakah Kak Farah sayang Gita ?. Penasaran akan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ku mengenai Kakak, akhirnya aku pun mencari tahu sendiri. Suatu pagi Kak Farah sempat lupa untuk membawa kunci kamarnya ketika ia pergi sekolah, berhubung dia ada kelas tambahan, akhirnya aku pun masuk ke Kamar Kak Farah diam-diam. Gita pun tak sengaja melihat sebuah buku, sepertinya itu album. Perlahan, Gita pun membukanya, Ya Tuhan .. betapa kagetnya Gita melihat itu. Itu adalah album foto-foto Gita, dari mulai Gita bayi sampai Gita sekarang. Gita heran, kapan Kak Farah mengambilnya?. Di album tersebut, terselip diary nya Kak Farah. Gita terkejut melihatnya, ternyata Kak Farah sangat sayang kepada ku, dia selalu menghampiri tempat tidurku setiap malam selagi aku telah tidur, dia lah yang suka memasaki ku sarapan pagi, dan semua hal yang tak terduga-duga. Tapi tak hanya itu, sekarang Gita mengerti, ternyata Kakak sakit, aku pun tak tahu sakit apa, ia tak menyebutkannya di diarynya. Aku tahu, ternyata Kak Farah tak mau aku mengetahuinya. Itulah kenapa Kak Farah tak pernah dekat dengan ku. Ketika Kak Farah pulang sekolah akupun lansung memeluknya sambil menangis dan bilang bahwa “Aku sayang Kakak”, Kak Farah pun tersenyum dan memelukku erat. Sejak itu aku pun memberitahu kakak mengenai itu, da sejak itu pula aku mulai dekat dengan kakak, dekat sekali bahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s